ASI, Satu Satunya Obat Panas Dalam yang Tepat untuk Bayi


ASI, Satu satunya Obat Panas Dalam yang Tepat untuk BayiTernyata panas dalam tidak hanya dapat dialami oleh orang dewasa lho! Bayi pun dapat mengalami berbagai gejala panas dalam dan akan membuatnya rewel. Seperti halnya terjadi pada dewasa, faktor utama penyebab terjadinya panas dalam pada bayi adalah kurangnya kebersihan mulut dan kandungan gizi yang baik ibu maupun bayi makan.

Berikut akan dijelaskan beberapa tanda gejala bayi yang mengalami panas dalam, ASI sebagai obat panas dalam terbaik dan tips pemberian MPASI bayi yang menyehatkan bagi pencernaan bayi. Selamat membaca!

Ketahui Tanda Gejala Panas Dalam pada Bayi

Panas dalam pada bayi cukup mudah untuk dikenali dan diketahui. Istilah panas dalam muncul ketika terjadi kondisi panas dari dalam tubuh bayi yang kemudian dimanifestasikan dengan munculnya sariawan, perut kembung, diare maupun sembelit serta berbagai masalah pada saluran pencernaan bayi. Tidak ada istilah medis untuk gejala panas dalam yang terjadi pada bayi.

Saluran cerna merupakan tempat masuknya berbagai zat asing ke dalam tubuh. Sehingga menjaga kesehatan pencernaan merupakan salah satu kunci mencegah terjadinya berbagai penyakit yang tidak diinginkan. Saluran pencernaan adalah organ terpenting yang harus dijaga jika Anda tidak menginginkan terjadinya panas dalam bayi Anda.

Perlu Anda ketahui pula bahwa kesehatan saluran pencernaan juga dipengaruhi oleh kandungan mikroorganisme di dalam saluran pencernaan. Pada bayi yang mengkonsumsi ASI secara eksklusif, saluran pencernaannya akan didominasi oleh bakteri baik bernama Bifidobakteria dan Lactobacillus.

Berbeda halnya dengan bayi yang diberikan susu formula. Dalam saluran pencernaan bayi yang diberikan susu formula akan lebih banyak bakteri pathogen (penyebab penyakit) seperti E colli, Clostridium maupun Staphylococcus. Ketidakseimbangan bakteri dalam saluran bayi juga merupakan salah satu pencetus terjadinya panas dalam.

Berikut penjelasan detail mengenai beberapa tanda panas dalam pada bayi, berdasarkan anatomi dari saluran pencernaan bayi:

  • Area Mulut dan Tenggorokan Bayi

Pada bayi yang mengalami panas dalam, pada area bibir dan mulut akan tampak sariawan serta bibir yang pecah – pecah. Selain itu akan tampak pula bercak putih pada lidah bayi. Sariawan dikenal juga dengan istilah medis stomatitis. Dapat terjadi di area bagian dalam mulut, termasuk gusi, lidah, langit langit bahkan tenggorokan. Bayi akan menangis dan sering rewel karena nyeri dan ketidaknyamanan akibat sariawan.

Selain sariawan dan bibir pecah pecah, tidak jarang bau mulut dapat terjadi pada bayi yang mengalami panas dalam. Hal ini terjadi karena lambung bayi mengalami peningkatan kandungan asam. Batuk juga dapat terjadi pada bayi yang mengalami panas dalam.

Hal ini dapat disebabkan karena bayi mengalami dehidrasi atau kurang cairan, serta pertanda jika dirinya alergi terhadap susu formula yang Anda berikan. Atau dapat terjadi ketika tidak diberikan ASI atau susu formula sesuai kebutuhannya. Jika hal ini berkelanjutan, anak dapat jatuh pada kondisi kelemahan dan kurang gizi yang dapat mengancam nyawa.

  • Lambung dan Anus Bayi

Bayi yang mengalami panas dalam akan mengalami kembung. Perutnya kaku dan menangis terus menerus. Selain itu gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit dapat terjadi.

Panas dalam pada bayi dapat terjadi akibat berbagai sebab. Salah satunya bayi kurang menyusu pada ibunya, atau mendapatkan asupan susu formula yang salah sehingga menyebabkan alergi pada bayi. Selain itu beberapa penyakit infeksi juga akan menunjukkan gejala yang hampir sama dengan panas dalam. Sehingga, sebagai orang tua yang baik Anda harus lebih teliti dan seksama terhadap setiap kondisi atau perubahan yang dialami oleh bayi Anda.

ASI Sebagai Obat Terbaik untuk Panas Dalam Bayi

Bayi yang masih berusia kurang 6 bulan, tidak membutuhkan asupan makanan lain selain ASI. ASI merupakan berkah dari Tuhan yang diberikan bagi  Anda dan bayi Anda. Sangat penting untuk menjaga jumlah produksi ASI tetap banyak dan lancar untuk kebutuhan bayi Anda ketika mengalami panas dalam.

Di dalam 100 ml ASI terdapat kandungan 4.2 gr lemak, 15 mg natrium, 7.0 gr karbohidrat, 1.3 gr protein serta berbagai vitamin dan mineral yang amat baik bagi pertumbuhan bayi. Apabila dibandingkan dengan susu sapi, ASI memiliki kandungan gizi serta nutrisi yang lebih baik dari susu sapi.

Kandungan protein ASI memang lebih sedikit, namun protein yang sedikit ini merupakan protein yang sehat serta mencegah terjadinya kelebihan berat badan pada bayi. Kandungan protein yang disebut dengan whey terkandung lebih banyak dibandingkan kasein. Jenis protein ini juga lebih mudah diserap oleh pencernaan bayi. Menurunkan resiko terjadinya panas dalam pada bayi.

Mengenai kandungan lemak dalam ASI, bukan lemak jahat yang terkandung dalam ASI. Lemak dalam ASI berjenis unsaturated, memiliki manfaat tidak hanya bagi kesehatan saluran pencernaan. Namun juga mendukung pertumbuhan otak bayi, menjadikan anak yang cerdas, pintar dan bebas dari segala penyakit termasuk panas dalam.

Susu sapi atau susu formula juga mengandung lebih sedikit vitamin C, D dan A dibandingkan dengan ASI. Padahal panas dalam terjadi akibat kurangnya asupan berbagai vitamin serta mineral dalam jenis asupan makanan bayi.

Kandungan karbohidrat dalam ASI berjeni oligosakarida. Menstimulasi perkembangan bakteri baik dalam saluran pencernaan. Kandungan inilah juga yang akan menyebabkan penyerapan nutrisi dan air pada usus besar bayi menjadi lebih baik. Gejala panas dalam seperti diare atau sembelit akan jarang terjadi pada bayi yang konsumsi ASI secara ekslusif. Berbagai gejala panas dalam akan enggan mampir jika Anda memberikan ASI pada bayi Anda.

MPASI yang Sesuai untuk Mengatasi Panas Dalam pada Bayi

Jika bayi Anda telah memasuki lebih dari usia 6 bulan, maka pemberian ASI saja tidak akan cukup untuk mengatasi gejala panas dalamnya. Pemberian MPASI yang tepat dan benar akan mendukung proses penyembuhan saluran pencernaannya. Berikut tips dalam membuat MPASI yang sesusai untuk mengatasi panas dalam pada bayi Anda:

  • Tinggi Kalori Tinggi Protein (TKTP)

Untuk bayi yang sedang mengalami gejala sakit panas dalam, Ia akan membutuhkan tambahan asupan kalori dan protein untuk proses penyembuhannya. Berikan berbagai jenis karbohidrat serta makanan yang tinggi akan kandungan protein.

Hindarilah pemberian roti dan jagung karena kandungan serat yang terlalu tinggi terkandung pada roti dan jagung. Untuk sumber protein hewani, daging unggas lebih dianjurkan daripada daging sapi. Sedangkan untuk sumber protein nabati, Anda dapat memberikan anak yang mengalami panas dalam berupa tahu atau tempe.

  • Rendah Lemak Rendah Serat

Anak yang mengalami panas dalam biasanya akan mengalami gangguan saluran pencernaan yang kemudian akan mempersulit penyerapan serat dan lemak oleh ususnya. Berikan bahan makanan yang rendah lemak dan rendah serat dengan lebih banyak menggunakan proses masak kukus, rebus dan blend dengan lembut.

Prinsip lain dalam pembuatan MPASI bayi dengan panas dalam adalah dengan menambahkan jenis makanan yang banyak mengandung cairan. Seperti jus buah segar dan air kelapa muda. Hindari dahulu pemberian makanan yang terlalu banyak menggunakan bumbu rempah agar tidak membuat anak mual dan muntah.

Menjaga makanan tetap aman dan higienis selama proses pembuatan makanan juga menjadi prinsip dalam penyajian MPASI sebagai penanganan dan obat bagi bayi yang mengalami panas dalam.

Demikian telah tersaji informasi mengenai panas dalam bayi, dengan berbagai gejala, tanda, manfaat ASI dan pembuatan MPASI yang tepat sebagai penanganan dan obat bagi panas dalam bayi. Semoga artikel ini bermanfaat dan selamat mencoba !

sumber : dedaunan



loading...